DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PEREKONOMIAN KAWASAN FTZ


        Bintan: Perubahan cepat pada kondisi perekonomian selama pandemi covid 19 di dalam dan luar negeri telah menghadapkan Pemerintah Daerah melakukan perbaikan dan perubahan dalam pengelolaan pemerintahan. Dalam siklus manajemen pengelolaan, komponen perencanaan, penganggaran, pengorganisasian, pelaksanaan dan monitoring serta evaluasi harus saling terkait, berkesinambungan dan dapat dijalankan dengan efisien dan efektif yang wajib menyesuaikan dengan pandemi covid 19.

                            

        Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan pertumbuhan ekonomi domestik berpotensi melambat jadi 4,7 persen pada tahun ini. Jika itu terealisasi, maka angkanya turun dibandingkan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 5,3 persen dan realisasi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,02 persen.

            Selaras dengan dampak yang sangat fundamental terhadap Kawasan Bintan khusunya di kawasan FTZ adalah pada sector UMKM dan Pariwisata. Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Bintan khususnya di kawasan FTZ memiliki dampak yang luar biasa karena disamping mengembangkan produk unggulan daerah berupa makanan dan kerajinan, Bintan juga memiliki potensi sumber daya alam untuk pengembangan UMKM. Sehingga dengan adanya kebijakan “physical distancing” dan program pemerintah untuk “dirumah saja”, hal tersebut membuat para pelaku usaha dan pengrajin mengalami kurangnya hasil produksi dan besarnya biaya operasional pada UMKM.

         Disamping itu juga Sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Bintan khususnya di Kawasan Pariwisata Lagoi. Mengalami penurunan pendapatan hampir 95% karena turunnya jumlah kunjungan baik domestic maupun luar Negeri yang mengakibatkan karyawan yang dirumahkan dan terkena PHK. Disamping itu adanya 11 hotel dan resort yang tutup sementara di Kawasan Pariwisata Lagoi tersebut.

Share this Post

Facebook Twitter Google Plus

Comments