MENGULIK POTENSI DESA KUALA SEMPANG BINTAN

Kabupaten Bintan memiliki potensi wisata yang tersebar di berbagai kawasan. Mulai dari wisata religi, sejarah, budaya, kesehatan hingga agrowisata. Salah satu dari kawasan Bintan yang memiliki potensi wisata yang besar adalah Desa Kuala Sempang. Desa Kuala Sempang yang terletak di Kecamatan Bintan Utara ini memiliki potensi hutan mangrove dan danau biru. Tetapi kedua potensi objek wisata ini belum tereksplorasi secara maksimal. Terutama dalam usaha melibatkan masyarakat untuk ikut mengelola objek wisata yang ada di kawasan tempat tinggal mereka. Potensi wisata yang dikelola langsung oleh masyarakat seperti diketahui merupakan salah satu upaya untuk menaikkan penghasilan masyarakat. Dukungan pemerintah dalam hal ini adalah membantu pembinaan masyarakat, membantu promosi objek – objek wisata dan membangun fasilitas pendukung seperti jalan dan ketersediaan listrik.

Hutan mangrove di desa Kuala Sempang memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan pada tahun 2017 lalu, pihak Deputi Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan pihak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah melakukan penelitian terhadap kawasan tersebut, bersama – sama dengan mahasiswa dari Universitas Raja Haji Tanjungpinang. Seperti diketahui, pulau Bintan memiliki kawasan hutan mangrove yang mencapai 250 hektare. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin, kawasan hutan mangrove yang dimiliki oleh desa Kuala Sempang bisa menjadi terkenal seperti hutan mangrove di Desa Sebong yang telah memperoleh banyak penghargaan. Bahkan baru – baru ini kembali menyabet posisi dua untuk kategori Ekowisata Terpopuler di Ajang Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2018. Pemerintah sendiri telah memberikan bantuan bibit untuk ditumbuhkembangkan di hutan mangrove desa Kuala Sempang, sayangnya tidak semua bibit tersebut berhasil.

Potensi lain yang dimiliki oleh desa Kuala Sempang adalah keberadaan Danau Biru. Danau Biru yang terletak lebih kurang 63 kilometer dari kota Tanjungpinang ini merupakan danau yang terbentuk akibat proses penambangan pasir yang meninggalkan lubang besar. Lubang besar ini kemudian berisi air hujan, sementara warna biru indah konon terbentuk dari tanah liat yang ada di dasar danau. Saat ini di tempat ini telah tersedia beberapa fasilitas pendukung seperti tempat ibadah, rumah makan, toilet serta area parkir yang luas.

Ke depannya, tidak hanya pembangunan fasilitas oleh pemerintah serta promosi gencar yang harus dilakukan untuk memperkenalkan potensi wisata di desa Kuala Sempang. Pemberdayaan masyarakat untuk menjadi masyarakat yang mampu mengelola sebuah desa wisata menjadi hal yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena pada akhirnya peran serta pemerintah tak akan maksimal tanpa melibatkan masyarakat yang bertempat tinggal langsung di kawasan tersebut.

 

Sumber :

https://www.tempat.me

https://sijoritoday.com

http://tanjungpinangpos.id

http://repository.umrah.ac.id

Share this Post

Facebook Twitter Google Plus

Comments