Menyamakan Persepsi Implementasi Regulasi Melalui Meeting and Discussion Forum BP Bintan

Dinamika investasi yang tidak diimbangi oleh dinamika regulasi, terkadang membawa dampak terhadap tidak optimalnya pertumbuhan investasi di suatu daerah. Tidak terkecuali di kawasan FTZ Bintan. Kendala ini menjadi salah satu materi diskusi yang digelar dalam acara Meeting and Discussion Forum oleh BP Kawasan Bintan, bertempat di Bintan Lagoon Resort pada tanggal 9 Oktober 2018.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh stakeholder terkait kawasan bebas tersebut, regulasi yang dibahas adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45/M-DAG/PER/7/2017 tentang Pendelegasian Kewenangan Penerbitan Perizinan di Bidang Perdagangan Luar Negeri kepada BP KPBPB Batam, Bintan dan Karimun.

Turut disertakan dalam agenda pembahasan, yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.04/2017 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas dan pembebasan cukai.

Pengaturan jenis perizinan impor sesuai Permendag dimaksud terhadap kawasan FTZ, selama ini masih terbatas pada unsur industri. Padahal, kawasan FTZ Bintan juga memiliki potensi pariwisata yang sangat berkontribusi penting terhadap pertumbuhan investasi, penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan pada umumnya. Terkait kondisi tersebut, kalangan usaha pariwisata yang turut hadir pada Discussin Forum, meminta agar peraturan tersebut direvisi dengan mengakomodir sektor pariwisata.

Sementara itu terkait implementasi Permenkeu yang dibutuhkan untuk pengusaha mendapatkan penetapan jumlah dan jenis produk hasil tembakau dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), prosedur pemasukan dan pengeluaran barang, melalui diskusi ini diharapkan dapat tercapai persamaan persepsi antara stakeholder dan pelaku usaha dalam pelaksanaannya di lapangan, sehingga fasilitas dan kewenangan yang dimiliki kawasan khusus, dalam hal ini FTZ Bintan, dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha di kawasan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Share this Post

Facebook Twitter Google Plus

Comments