PELAKSANAAN RAPAT KOORDINASI WORKING GROUP BBK

Rapat koordinasi Working Group (WG) Batam Bintan Karimun dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2018 bertempat di Ruang Rapat Monas 3, Mezanine Floor, Hotel Aryaduta, Jakarta, dalam rangka menindaklanjuti kerjasama ekonomi Indonesia dan Singapura yang sudah berlangsung sejak tahun 2010.

Pada tahun 2017, telah dilakukan beberapa kegiatan sesuai dengan Joint Action Roadmap For The Working Group  BBK and SEZ’s in Indonesia 2015-2019 berdasarkan kesepakatan kedua negara pada tanggal 6 April 2017.

Kegiatan yang dilakukan oleh WG BBK pada Tahun 2017, antara lain :

(a) Business Environment melalui Investor Meeting Session dalam rangka menjaring Feedback Investor untuk meningkatkan daya saing investasi BBK, mengkoordinasikan percepatan penyelesaian PMK 229/2017 terkait implementasi FTA dan FTZ dan perbaikan layanan investasi di Batam.

Dasar implementasi FTA di FTZ adalah dengan diundangkannya PMK 120/2017 perubahan PMK 47/2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Kawasan yang telah ditetapkan sebagai KPBPB dan Pembebasan Cukai (4 September 2017), dan PMK 229/2017 pengganti PMK 205/2015 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk Dalam rangka perjanjian atau kesepakatan internasional (27 Desember 2017).

(b) Melakukan kajian fokus industri BBK dan penyusunan Roadmap terpadu BBK, dan mendorong sektor e-commerce/digital industry

(c) Investment Promotion, dilaksanakan dalam bentuk Forum Bisnis Mandiri untuk BBK pada tanggal 27 April 2017 di Singapura dan BBK Investment Promotion in Hongkong and Benchmarking to Shenzhen SEZ pada tanggal 28 November 2017 di Hotel Regal Hongkong dan 29 November 2017 di Shenzhen.

Dalam rapat dimaksud, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Bintan menyampaikan tentang kendala pengembangan kawasan industri di Bintan, proyek yang direncanakan akan dibangun yaitu Maintenance Repair and Overhaul (MRO) di Lobam, dan proyek yang sedang dalam tahap konstruksi yaitu pembangunan bandara Busung (target operasi pada tahun 2020).

Selanjutnya, masing-masing BP diharapkan untuk segera menyiapkan dan menyampaikan masterplan pengembangan FTZ BBK yang terintegrasi sebagai bahan yang akan dibahas melalui kegiatan workshop penyusunan masterplan di Batam pada awal Maret 2018.

Share this Post

Facebook Twitter Google Plus

Comments