PENTINGNYA LAPORAN KEGIATAN PENANAMAN MODAL (LKPM) DALAM WILAYAH FTZ BINTAN

Sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), pertumbuhan atau kegiatan investasi di kawasan Bintan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Bagi pemerintah pusat, hal itu bisa diketahui dan dipantau langsung jika para pengusaha dan investor mengisi laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) yang bisa dilakukan secara online. selama ini sebagian PMA dan PMDN membuat LKPM itu diserahkan kepada konsultan, atau ke notaris. Sehingga, pembuatan LKPM ini memerlukan biaya tambahan (cost) bagi perusahaan. Jika perusahaan tidak melakukan pelaporan, maka pemerintah bisa mengenakan sanksi administratif diantaranya pencabutan ijin kegiatan atau fasilitas penanaman modal.

Setiap penanam modal berkewajiban membuat laporan tentang kegiatan penanaman modal sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2007. Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) adalah laporan secara berkala mengenai perkembangan kegiatan perusahaan dan kendala yang dihadapi penanam modal. LKPM ditujukan untuk memantau realisasi investasi dan produksi. LKPM mencakup kegiatan penanaman modal yang dilakukan perusahaan di setiap lokasi dan bidang usaha investasi, kecuali bidang usaha perdagangan. Bagi perusahaan yang melakukan kegiatan penanaman modal di bidang usaha perdagangan, LKPM cukup berdasarkan lokasi yang telah dinyatakan pada Izin Prinsip.

Jangka Waktu Pelaporan :

Perusahaaan yang telah mendapat Pendaftaran Penanaman Modal dan/atau Izin Prinsip Penanaman Modal dan/atau persetujuan penanaman modal dan/atau Izin Usaha wajib menyampaikan LKPM secara berkala lepada kepala BKPM melalui Deputi Bidang Pengendalian

Pelaksanaan Penanaman Modal, Kepala PDPPM, dan Kepala PDKPM.

Dalam tahap pembangunan kewajiban menyampaikan LKPM menjadi setiap tiga bulanan atau triwulan, yaitu :

  1. LKPM Triwulan I untuk periode pelaporan Januari-Maret, disampaikan paling lambat 5 April tahun bersangkutan
  1. LKPM Triwulan II untuk periode pelaporan April-Juni, disampaikan paling lambat 5 Juli tahun bersangkutan
  2. LKPM Triwulan III untuk periode pelaporan Juli-September, disampaikan paling lambat 5 Oktober tahun bersangkutan
  3. LKPM Triwulan IV untuk periode pelaporan Oktober-Desember, disampaikan paling lambat 5 Januari tahun berikutnya.

Bagi perusahaan yang telah memiliki Izin Usaha menjadi enam bulanan atau semester, yaitu :

  1. LKPM Semester I untuk Periode Pelaporan Januari-Juni, disampaikan akhir bulan Juli tahun bersangkutan
  2. LKPM Semester II untuk Periode Pelaporan Juli-Desember, disampaikan akhir bulan Januari tahun selanjutnya.

Tata Cara Pelaporan :

Penyampaian LKPM dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu :

  1. Mengisi aplikasi on-line melalui Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi secara Elektronik (SPIPISE) atau ;
  2. Menyampaikan hardcopy secara langsung kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal dan kepada PDPPM provinsi serta PDKPM Kabupaten/Kota dimana proyek penanaman modal berlokasi, atau ;
  3. Via email ke alamat lkpm@bkpm.go.id.

Tatacara penyampaian LKPM tersebut diatur dalam Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 3 Tahun 2012 sebagai perubahan dari Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 13 Tahun 2009 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.

Share this Post

Facebook Twitter Google Plus

Comments